Posts Tagged ‘journey within’

Si hari yang moody

Hari ini aku jalanin dengan banyak “mutar arah”.  Pagi-pagi bangun dengan semangat untuk ketemu oma siang ini, ngobrol ngalur ngidul. Tapi begitu sampai kantor batal karena situasi yang tiba-tiba menjadi rumit. Siang hari waktu keluar dari Menara BCA batal muter di Bunderan HI jadinya muter di depan Mall Ambasador. Lalu sorenya setelah siap-siap pulang nebeng teman, batal karena teman ganti arah, jadi aku gak jadi pulang.

Siang tadi sepanjang perjalanan ke kantor, aku kembali menggeluti pikiranku semalam, tentang baru ngeh-nya aku akan betapa tertutupnya aku. Oma sudah bilang itu beberapa kali tapi aku gak benar-benar memperhatikan ucapannya, she said am tightly closed. Aku baru benar-benar memperhatikan setelah membaca buku yang ditulis temanku, mbak Merry Magdalena – Situs gaul gak cuma buat ngibul. Dalam salah satu bab disitu ditulis tentang tips dan trik untuk memperluas pergaulan yang ditilik dari sisi konten profil di Facebook. Disebutkan kalau profil kita disarankan lebih informatif gak hanya berisi informasi standar saja tapi juga gak berarti harus menggumbar informasi personal seperti nomor hp dan alamat rumah. Karena dengan profil yang lebih informatif orang lain dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang siapa diri kita.

Disitu aku tercenung dan membayangkan profilku sendiri, informasi yang kusajikan cuman 3 baris utama lalu foto profil pun tak pernah berubah. Dulu pernah menuliskan interest juga sih, tapi lalu ku hapus karena paranoid (melirik diam-diam kearah para social engineer yang lagi asyik nggali2). Dari situ akan kentara banget kalau aku tidak menempatkan diriku pada posisi “mudah didekati”. 

Itu baru di dunia maya. Di dunia nyata aku sama tertutupnya juga. Masalahnya adalah aku tidak merasa aku itu tertutup. Menurutku,  aku hanya super hati-hati. Aku selalu merasa kalau diluar sana itu gelap dan gak bisa ditebak. Tapi aku juga bukan pemain aman karena aku juga bisa menjadi avonturir dan nekat juga. Namun karena seringkali hasilnya mengerikan, jadi aku memilih kembali ke posisi super hati-hati lagi.

Namun di bis siang tadi, aku berpikir, tapi kan segala sesuatu bisa berubah kapan aja, apa pun itu. Bahkan untuk sesuatu yang kamu pikir akan selalu ada. Iya, pengalaman kehilangan orang-orang yang aku sayang, yang kebanyakan dengan tiba-tiba, mungkin sedikit banyak memengaruhi bawah sadarku untuk menjadi ekstra hati-hati, yang ujung-ujungnya membuat aku jadi super tertutup. Aku gak membangun tembok disekitarku lho, aku hanya tidak buka pintu dan jendela.

Aku senang dengan “penemuan” ini. Kesadaran bahwa aku itu sangat tertutup membuka pemahaman baru tentang diriku sendiri. Jadi kalau hari ini aku tertutup besok aku terbuka. Karena aku percaya kalau segala sesuatu itu pasti memiliki 2 sisi, terbuka/tertutup, siang/malam, tangis/tawa, tua/muda, gelap/terang yang memiliki “saat memutar balik”. Seperti bola yang terjun ditarik gravitasi, sesaat setelah menyentuh tanah ia akan mental melawan gravitasi, sebelum lalu ditarik lagi dan begitu seterusnya sampai selesai di tanah. Jadi mengetahui bahwa hari yang tertutup itu akan “memutar arah” menuju yang terbuka, membuat hatiku tenang. Tadi pagi aku gelisah, sore ini aku tenang…

oh, si hari yang moody

Semesta yang sunyi senyap

Mamime sedang tidak enak badan.

Energinya menjadi sangat terbatas

yang mesti dia bagi antara menahan rasa sakit

dan menulis buku cerita.

Aku gak lagi tega memintanya “mendongeng” untukku.

Seketika semesta ini menjadi begitu sepi dan senyap.

Dan aku menggigil kesepian di pekatnya gelap.

Nge-blog numpang vs Nge-blog dgn domain sendiri

Cuma pembicaraan pribadi. Hal yang sering kali mengganjal kalau saya mendengar pembicaraan tentang aktivitas ngeblog.

Kasus: “pada akhirnya semua org akan mati, dalam hal ini mana yang lebih baik dipilih: ngeblog di penyedia blog atau ngeblog di domain sendiri?”

Ngeblog di penyedia blog:

  1. blog kamu dirawat oleh orang lain sehingga keberadaannya akan tetap terjaga paling tidak sampai penyedia blog-nya tutup.
  2. gak perlu bayar sepeser pun. gak perlu ada budget perawatan domain dan hosting.
  3. selama perusahaannya masih berdiri, semua hal tentang kamu masih bisa diakses dunia.
  4. sekiranya apa yang kamu tulis berguna buat dunia, misalnya kamu nulis resep sop kepiting paling lezat sedunia atau nemuin obat HIV/AIDS jauh sebelum para ilmuwan menemukannya, maka dunia akan menghubungi si penyedia jasa blog untuk tetap membuat blogmu online. Atau blog kamu paling gak di mirror oleh penggagummu, sehingga “kamu” masih tetap eksis di dunia.
  5. tapi kalau apa yang kamu tulis itu gak (dianggap) penting untuk dunia, maka blog kamu cuma akan jadi “sampah” di internet aja. Kayak bangkai-bangkai satelit di atas sana.
  6. kamu berkontribusi akan makin sempitnya area tempat tinggal di bumi karena bumi bakal penuh sama SAN-nya para perusahaan penyedia blog.
  7. kamu gak bisa punya nama blog yang aneh-aneh dan seru, yang mencerminkan kamu banget.
  8. blog kamu gak bisa kamu hack sampai lemes (kalau kamu hacker).

 

Ngeblog di domain sendiri:

  1. blog kamu adalah milikmu sendiri. nama domainnya adalah tentang kamu seorang. 
  2. kamu bisa hack sampe lemes atau kamu biarin di setting-an default dan ongkang-ongkang kaki (habis setup-nya juga gampang).
  3. blog kamu rasanya sudah seperti darah daging kamu sendiri. bangga bukan main pastinya.
  4. (bisa jadi) kamu jadi makin rajin nuangin isi pikiran kamu ke dalamnya, seperti resep sup kepiting lezat yang biasa kamu bikin atau racikan obat HIV/AIDS yang kamu teliti sendiri.
  5. tapi kamu mesti sediain dana untuk ngerawat blog kamu. Di satu sisi nambahin daftar pengeluaran (bisa jadi sulit kalau kamu tiba-tiba nganggur misalnya), disisi lain blog kamu bisa jadi alasan kenapa kamu tetap kerja di pekerjaan kamu sekarang.
  6. waktu kamu mati, blog kamu cuma akan bertahan sampai masa kontrak hosting dan domain kamu kedaluarsa.
  7. kalau isi blog kamu (dianggap) penting sama dunia (berharap mereka menemukannya sebelum masa kontrak hosting/domain-nya habis), mereka akan ramai-ramai “menyedot” feed-mu, menyelamatkannya. jadi, tampilkan rss feed-mu, atau bikin “planet”.
  8. namun kalau isi blog kamu gak penting, saat kontrak hosting/domain mu habis dan dunia gak sempat menemukannya, blog mu gak akan jadi “sampah” di internet. dalam hal ini kamu mereduksi jejak karbon kamu ‘kan? namun begitu lenyap jugalah “keberadaanmu” di dunia ini.

Jadi?

How little she knows

just found out a surprising fact today, that she shared the same birthday with her late grandma.

while a few days ago, she also learned that the great monkey’s birthday, Hanuman, will be commemorated on the same day as her birthday this year. Could there have been any coincidence between her name and his? Was that give her mother any sort of idea to named her so?

it feels so strange….on how little she knows about her root. how little she knows of her surrounding facts. is it because they leave her too fast or was it because she put her attention elsewhere then, being a basketball star and John Stamos’s fan?

I am a strange reflector

I feel that I’m not only a stranger among the crowd, but I might as well be a stranger among people I close to.

Someone say that your world is how you perceive it.

Then I think the world is a totally strange place for me.

Though it consists of good people and bad ones

charming ones and ugly ones.

Not too forget the generous and the sincere ones. And those who are mean and conceited.

But somehow I feel all of them are strangers to me, as I am to them.

Brush every trace of unnecessary past

This is a new day, a new morning for me as I decide to accept myself the way I am.

I brush every trace of unecessary past. I let go of those burdensome thoughts with hope.

Hope that this time my baggage would be lighter, my mind would be fresher and my vision would be clearer.

Wish that I could be a freerer man this time.

my rainbow cotton candy

Lately I feel so lonely…so alone…

I feel like being in a crowd where people pass me by, and the rain from above falls heavily.
with hands in my jeans pocket…I watch that gloomy surrounding circling..
I thought I’ll be okay
but it’s been quite sometime ago since I had this kind of feeling..
and this repetition wake me up in tensed…
it seems like I’ve been running from something
but i can’t point my finger to what is it
guess it’s only my hormone
but realize my last period was about two weeks ago..
then what is it?

In such a gloomy day
i’m continue walking in a crowd …hoping to see a rainbow at the end of the horizon..
wishing to touch its surface
and find that it is as soft and sweet as cotton candy…
a cotton candy will surely make my day
I will eat the fluffy candy slowly
and raise my hand as high as I can to the rainbow candy above
it must be feel so good….
soon, kids around will gather and join my grandeur cotton candy party
all the sticky hands and colored grin will have the best time ever
as the lower part of the candy runs out,
a kid will anxiously climb over my shoulder and sit on it
he then helps me pick the higher point…
kids’ parent will join and do the same, picking up their children to their shoulder
everyone seems happy with a lot of laughs 
until the rainbow cotton candy runs out and disappear from the sky
and so the crowd dismissed

people will come back to their hustling walks to home or supermarket
and kids will hurry back home
me will continue my journey to everywhere…to anywhere
with a little smile in my face
looking above, “I know you will come again someday”
a rainbow cotton candy will never fail on me

Return top