Dan ruang itu pun kosong..

Semalam aku mencoba bicara dengan diriku. Mendengarkan apa yang ia bicarakan tanpa pretensi, tanpa kerangka pikiran bawaan. Hanya mendengar, cuma mendengar. Hasilnya? gak sempurna. Aku yang diriku ceritakan itu “tampak” absurd, “tampak” kabur dan gak jelas. Tapi nyata dan saangat nyaman berada bersamanya.

Yang terjadi tadi malam seperti pengungkapan diri yang sebenarnya yang setelahnya membuat kita sama-sama terhenyak dan kelu. There are too many to swallow. We just sitted opposite one another last nite and let all truths revealed itself. Rasanya seperti kosong melompong. Seperti rumah kosong yang telah ditinggalkan penghuninya yang telah tinggal disana bertahun-tahun lamanya. Sehingga yang tinggal hanya keheningan dan kekosongan yang tampaknya akan abadi. Yang tinggal hanya kenangan-kenangan yang pernah mengisinya.

Tapi lalu rumah itu kemudian ditinggali orang lain, keluarga lain. Segera sesudahnya keramaian, kebahagiaan, kesedihan dan air mata mengisi setiap relung ruangnya. Perjalanan baru telah dimulai, hidup baru telah datang dan semua pun tersenyum karena memang tak seharusnya rumah kosong tak berpenghuni dan tak seharusnya seseorang ditinggalkan tanpa tempat tinggal di pinggir jalan. Begitu pun diriku, segala yang telah dikeluarkan, segala kekosongan yang disebabkan oleh semua pengungkapan itu akan tinggal beberapa waktu sebelum kembali terisi dengan hal-hal yang baru. Kehidupan baru. Karena tak seharusnya jiwa ada tanpa kehidupan, tak seharusnya hidup ada tanpa ruang jiwa yang memeluknya.

Diri kitakah sahabat itu?

Pernah gak sih loe merasa begitu terbawa oleh perasaan loe sendiri? Sehingga hal ini membuat loe bingung dan resah. Beberapa hari ini gw begitu. Gw menemukan bahwa ternyata ada begitu banyak hal yang gw gak tahu tentang diri gw sendiri yang bahkan saat gw mengetahuinya pun gw merasa gak setuju dengan apa yang gw temukan itu. Jadi inget kutipan di buku “Do You Think What You Think You Think?” yaitu, “I have opinions of my own—strong opinions—but I don’t always agree with them – George W. Bush”

Gw ternyata begitu keukeuh dan terpesona dengan yang namanya klasifikasi, label atau definisi umum. Sampai-sampai kalau gw mendapati diri gw sendiri out-of-label or out-of-classification, gw berantem. Yes, berantem dengan diri gw sendiri. Rasanya gw masih jauuh banget dari konsep yang namanya Menerima diri sendiri. Kok, gw begini? Kok, gw gak begitu? Kok, gw gak bisa nerima itu? Kok, gw bisa nerima ini? Kok, bisa-bisanya gw begini?? Semuanya campur aduk jadi satu, gak jelas, akibatnya gw pun gak bisa mendefinisikan diri gw sendiri seperti yang gw mau. Kebayang gak sih, loe mesti mendefinisikan diri loe menurut apa adanya elo, sementara loe gak setuju dengan “ke apa-adaan elo” itu. Parah.

Saking begitu banyaknya hal, beberapa lebih parah karena mereka lebih krusial dan esensial, gw terhenyak dengan sebuah tulisan di sebuah blog, yaitu: Bersahabat dengan diri sendiri. Ini rasanya lebih gila lagi. Sahabat, seperti apa sih mereka bentuknya? Seperti apa sih mereka akan bicara kepada kita? Seperti apa sih mereka akan memperlakukan kita?

Gw pun mencoba menjawab. Bentuk mereka bisa bermacam-macam tapi yang pasti kamu akan merasa saangat nyaman ada bersama mereka. Kenapa? Karena penghakiman gak akan ada dalam mulut mereka, they’re just simply sit comfortably at your side. Loe diam, mereka akan diam atau loe diam, mereka akan bercerita. Loe bicara, mereka pun diam atau loe bicara, mereka pun akan bicara menanggapi. U and him/her are simply meant to be together. Sharing the magnificent of lives. Mereka akan bicara dengan lembut dan penuh perhatian kepada kita. Kadang-kadang bersemangat, berapi-api karena senangnya. Tapi tidak memaki dan mencemooh kita karena apa adanya kita. Karena mereka mengenal kita, terlebih adalah karena mereka ingin mengenal kita, selamanya. They’re won’t take us for granted karena mereka tahu dalam diri kita ada begitu banyak hal yang tersembunyi atau belum tampak dihadapan mereka bahkan dihadapan diri kita sendiri. Karena mereka menyukai petualangan, mereka ikut berpetualang bersama kita, menemukan diri kita yang lain, yang baru, yang belum terungkap. Dan sahabat akan memperlakukan kita dengan hormat karena kita sangat berarti untuk mereka. Terlebih adalah karena mereka pun menghormati diri mereka sendiri. Seorang yang terhormat akan memperlakukan sahabatnya juga dengan penuh hormat. Karena sahabat-sahabat akan bercerita bersisian atau berhadapan di tempat duduk yang sama. Mereka tidak akan meletakan yang satu dibawah kaki mereka. Lalu adakah gw telah memperlakukan diri sendiri seperti itu? Seperti seorang sahabat?

My Place In This World

Words: michael w. smith and wayne kirkpatrick
Music: michael w. smith

The wind is moving
But I am standing still
A life of pages
Waiting to be filled
A heart thats hopeful
A head thats full of dreams
But this becoming
Is harder than it seems
Feels like im
Chorus:
Looking for a reason
Roaming through the night to find
My place in this world
My place in this world
Not a lot to lean on
I need your light to help me find
My place in this world
My place in this world

If there are millions
Down on their knees
Among the many
Can you still hear me
Hear me asking
Where do I belong
Is there a vision
That I can call my own
Show me im

Chorus

http://www.lyricsfreak.com/m/michael+w.+smith/place+in+this+world_20093100.html 

See the clip here: http://www.youtube.com/watch?v=OyTvtGGREd0

Celebrating the silence together

I need somebody to be here by my side….
He or she doesn’t even need to do or say anything…
Just be here for me…
Celebrating the silence together..
I just need you to be by my side…

We Might As Well Be Strangers

Kalau ada satu hal yang paling gw hold back didunia ini, itu adalah menulis. Gak tahu kenapa. Gw selalu merasa seperti setengah “ketakukan” kalau keinginan nulis itu datang. Tahu kenapa? Karena gw selalu merasa kehabisan energi setelah nulis dan gw ketakukan krn tulisan gw menelanjangi diri gw sendiri. Gw takut sama diri gw sendiri, gw malu bahkan sama diri gw sendiri. Segala hal tentang gw itu inginnya gw simpan rapat – rapat. Diam tinggal di dalam diri gw. Yang kalau semua ini berlalu, berlalu pulalah “kejujuran-kejuran” diri itu.

Aneh, gw selalu dibayangi ketakukan tulisan-tulisan gw dibaca orang. Lucu, tapi gw nulis di blog yang notabene public area gini. Sebenernya gak lucu – lucu amat kok, krn gw bahkan gak berani nulis segalanya tentang gw itu di buku harian! Gw takut seseorang akan menemukan suatu hari nanti. Tahu ‘kan, segala sesuatu yg loe keep sebagai secret suatu hari nanti akan terbuka dengan sendirinya. Ketahuan. Apa-apa yang gw tulis di blog ini atau jurnal-jurnal gw lainnya yang berceceran dimana-dimana adalah hal-hal yang gw gak takut utk diketahui orang. Note-note kecil di block note gw, serpihan-serpihan hati di lembar-lembar buku les, semua itu boleh di lihat orang. Gw siapkan sedemikian hingga kalau-kalau suatu hari itu diketahui orang lain, isinya sudah gw “filter”.

Sedih banget rasanya, gak bisa jujur sepenuhnya sama diri sendiri, apalagi temen-temen baik gw, keluarga terdekat gw, buku harian gw, even blog gw ini yang bahkan keberadaannya hanya diketahui segelintir temen deket. Gw tetep gak berani mengungkapkan segalanya. Gw yang gampang curhat sama orang lain, yang apa-apa ngaduan kayak anak kecil, ternyata gak seterbuka itu. Gw gak sepercaya itu sama orang lain. Bahkan untuk diam-diam jujur sama diri sendiri pun gw gak berani!

I’m wounded by the most foolish things.

Gw Pikir

Gw pikir gw tau tapi ternyata gw gak tau apa – apa

Gw pikir gw ngerti tapi ternyata gw gak ngerti apa – apa

Gw pikir gw memahami tapi ternyata gw gak memahami apa – apa

Gw orang paling sok tau sedunia, gw orang paling sok ngerti sedunia…

Gw gak tau apa-apa…dan ini bikin masalah…(inget Socrates)

Andriy Rusol, rock!

First time I saw him was on the match between Ukraine againts Saudi Arabia in World Cup 2006, June 16th. I was watching the team national anthem when I saw him there. And he just simply took my breath away! I don’t know why? I’ve never heard his name before and I just want to see Sheva’s action in this game. But this man has stole my attention and ever since that I can’t put my eyes of him. And his goal in the 4th minute has stroke the audience. He’s_so_hot! anyway he’s a Capricone, Capricone and Taurus are an excellent match hahaha….Hey, what is it me-looking-for-capricone-guy about? :-D

Emm…Andriy, are you available? :-D

His profile:

http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/w/player/216223_RUSOL_Andriy.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Andriy_Rusol

He’s standing at back second from the far right:

http://www.fcdnipro.dp.ua/content/ru/images/dnipro_medium.jpg

And he’s scoring…!

he's scoring!

Andriy, see you at the Premiership! ;-)

Return top