Tuberculosis, the silent killer

My daddy and my youngest brother were killed by this disease. I felt like it stabbed us from behind. It then makes the diasese issue personal….really personal for me and a addition of below data and news update, only makes me ever more conscious of how seriously this bacterium can do to one’s life.

The site suggested that almost 1/3 of the world’s populations are infected with this bacterium. And now, it is even mutating into drug resistant one.

Let’s bring more awareness to the world around us…now!

Starting again

Now, we’re starting all over again

with hope of a new beginning

Once again enduring and living our life

to the very end of its cycle

Because penguins can fly

me: “I believe penguins can fly”

Special Six Echo(?)

Aku istimewa

sangat istimewa

Aku mendapat

apa yang tidak pantas kudapat

Diinginkan

lebih dari segalanya

Aku terkesima

sangat terkesima

Aku dicintai

terlalu dicintai

tampaknya aku ini anak emas

Aku istimewa

Kenapa?*
*/ pertanyaan yang juga dilontarkan Lincoln Six Echo “Special? Why am I special?” (The Island)

Sepak Tendang

Rasanya capek sekali

Semua ini cuma aku yang buat

Mau rasanya kutendang karung ini

Dia menggayuti kemana saja

Mau rasanya kusepak bola busuk ini

Dia menghalangiku kemana saja

Ku sepak! Ku tendang!

Pergi…ku mohon…

ku mohon…

Pamrihnya cinta

Cintaku pakai pamrih

Dia memberi berharap kembali

Dia datang dan gak mau pergi

Seperti pengemis dimuka pintu

Dia menunggu dikasihani

Siapa yang sudi?

Hari begini pakai pamrih

Lebih baik kamu pergi

dan hidup bagai zombie

Letting Go, Accept it

Gw seringkali bertanya-tanya “Kenapa sesuatu terjadi?”, “Kenapa kok bisa begini atau begitu?”. Well, disamping itu adalah sikap kritis analitis untuk satu dan banyak hal tapi ternyata kita mesti hati-hati dengan sisinya yang lain. Karena orang yang sering bertanya-tanya, “Kenapa?”, “Kenapa?” adalah mereka yang tidak bisa menerima keadaan sebagai mana adanya. (uh..uh..I can hear myself now asking, “what is reality”?. Sebagai mana adanya itu yang spt apa?) Kata-kata itu gw dapet dari Oma kemarin waktu kita makan siang bareng di Rice Bowl, Ratu Plaza. i think she’s right. And she also think that it_is_right for herself at least. Hmm…ya, it seems people like that just can’t detach them self from the problem. They seem always see things problematic. I wonder maybe they are them self is part of the problem or possibly they_are_the_problem itself?

Kalau bagitu tidak tertutup kemungkinan bahwa pertanyaan-pertanyaan gw itu jawabannya ada dalam diri gw. Kalau gw adalah bagian dari masalah yang gw pertanyakan, kemungkinan besar, gw bisa jadi jawaban untuk pertanyaan itu. Are “letting go” and “accepting” the answer?

Return top