Archive for the ‘journey within’ Category

Only Tomorrow Knows

Loe bener-bener gak tau apa yang akan terjadi dalam hidup loe. Loe mungkin pernah membayangkan sesuatu itu akan terjadi tapi saat hal itu benar-benar terjadi dihadapan loe, loe mungkin gak lagi menginginkannya. Lucu kan, padahal sebelum semua itu menjadi kenyataan loe selalu hidup dengan harapan bahwa suatu hari hal itu akan jadi kenyataan. Saat berharap,saat segalanya gak pasti.

Apa yang lebih mudah, saat berjalan dalam harapan dalam ketidakpastian atau menemui hari saat harapan itu jadi kenyataan dan loe gak lagi menginginkannya?

This world moves with or without the way I want it to be.

 

Kiss of Life

Kemarin hari Rabu Abu dan gw milih misa yang jam 6 pagi. Sebenarnya gw milih yang jam 8 tapi ternyata itu khusus untuk anak-anak SD tapi gak apa walau terasa impossible buat gw untuk melakukan kegiatan sepagi itu namun pemikiran karena bosan selalu gubrak-gabruk setiap tahun menjelang pulang kantor untuk mengejar misa Rabu Abu sore maka aku memutuskan untuk kali ini memberikan prime-time, yaitu diawal hariku.

Jadilah aku berangkat dari rumah jam 5.30 dengan naik bis sampe mayestik lalu berniat menyambung bajaj di Mayestik. Waktu sampai Mayestik kulihat ada 2 bajaj ngetem di depan gedung BNI46 keadaan masih gelap dan sisa hujan semalam menambah pagi itu semakin dingin. Saat kuhampiri ternyata kedua bajaj itu sudah langsung pergi membawa penumpang. “Wah, pikirku bisa telat nih?” Namun dari kejauhan aku melihat seorang bapak melambai dan berteriak *bajaj!* ke arahku. Kudekati dan ternyata dia sopir bajaj yang memarkir bajajnya diseberang jalan. Aku pun langsung ikut dengannya, namun aku berhenti sejenak untuk menghampiri seorang nenek yang tadi ikut turun bersamaku, aku bertanya kepadanya apakah dia ingin naik bajaj juga? Dia menjawab, “614″. Oh, ok kalau begitu tadinya aku berpikir untuk memberikan bajajku seandainya dia juga mengantri bajaj.

Dalam perjalanan sopir bajaj tersebut bertanya ada apa gerangan orang-orang pada ke gereja hari begini? Yang aku jawab, “karena hari ini Rabu Abu. Kenapa, pak sudah beberapa kali mondar-mandir kesana ya?” “Iya sudah dua kali”, jawabnya. Sampai di depan gereja aku membuka dompetku dan tidak menemukan selembar pun uang 5000-an. Oh no! kan sudah dipakai untuk beli sate padang tadi pagi! Alhasil yang tersisa tinggal satu-satunya selembar uang 100-ribuan. Haduh, mau ditukarin dimana? semua masih pada tutup dan gelap. Taksi aja selalu gak ada kembalinya kalau baru keluar apalagi bajaj pikirku namun kemudian pak sopir itu bertanya dengan ragu-ragu apakah aku mau pakai uang itu karena kebetulan dia punya kembaliannya! Hee! seruku riang gembira (hehehe), “benar nih? tentu saja saya mau!”, sahutku.

Turun dari bajaj aku merasa begitu diberkati lho..hehe emang deh Dia tahu apa yang dibutuhkan anakNya dan akan sediain itu semua selama yang kita lakukan emang seperti apa yang Dia mau. Uuh, jadi doain yang bagus-bagus deh buat pak sopir bajaj tadi hehehe.

Selesai misa hujan turun deras, aku langsung stop bis yang lewat depan gereja lalu nyambung angkot yang lewat persis di depan kantorku setelah sebelumnya mampir beli cakwe. Wah, sampai kantor jam 8 hihihi sehari-hari aja aku paling sampai kantor jam 9 lewat padahal rumahku gak jauh dari kantor. Mama aja sampai shock pas lihat aku di kantor dan ngirain aku ngigau. Hehehe

Dan kejutan masih berlanjut karena siangnya temen gw, Srie, memamerkan kalau dia baru saja menemukan dan membeli CD Ken Hirai 10th Anniversary Complete Single Collection ’95 – ’05! Huaaaa….jeritku, “beli dimanaaaaa??”, “Hiiiih…ada Kiss of Life!!!” Itu lagu yang sudah lama banget aku suka waktu lihat di MTV secara tidak sengaja sekitar tahun 2002 lalu. Dan lagu itu susah sekali dicari dimana-mana . Dulu sempat aku tanya ke Srie tapi dia hanya punya album Ken’s Bar dan Kiss of Life itu ada di album Gaining Through Loosing. Jadilah aku berdebar-debar sepanjang hari dengerin Ken nyanyi seharian di komputerku hehehe. *sigh* what a bless. And that CD is certainly a must have collection! Murah juga lho untuk ukuran 2 CD cuman Rp. 85.000,- karena sudah dibuat di Indonesia, gak import ;-) Oh, How ken you be so irresistible? :-(

Hehehe aku suka deh dengan hari ini….;-) The day I found you, Ken. Oh iya dia itu ganteng banget tenyata dan yang aku suka dia tampangnya bisa digayain macem-macem; dari tampang cowok manis, cowok cool sampe gaya urakan dan semuanya keren gak ngebosenin. Dan dia kelahiran 17 Januari 1972! Capricone, eh? tanggal lahirnya deket sama Superman  :-D

Buat Superman: if you accidently ever happened to be stumbled upon my blog–yes, you..cowok yang 90% selalu pake setelan kaos putih – celana putih juga kalo nge-gym di Celeb Fitness tiap Sabtu or Minggu,  the birthday-boy seputar tanggal 10 Januari–yes, this song for you. :-D

Cerdik seperti ular, tulus seperti merpati

Rasanya begitu berantakan padahal tadinya gw merasa baik-baik aja. Tapi ternyata fitnah itu memang tajam. Begitu menyakitkan dan begitu menusuk. Gak mudah untuk tetap tenang saat kapalmu terombang-ambing badai dan sebentar lagi akan karam. Mungkin seperti kepanikan di Titanic? Kamu berdiri diujung geladak berpengangan erat sementara kamu melihat semua temanmu, orang-orang disekitarmu seketika merosot jatuh ke kedalaman laut. Kamu masih berpengangan dan merasakan setiap menit yang berlalu, merasakan kapal itu membawamu jatuh kedalam. Kamu tetap tenang karena kamu pikir kamu bisa berenang walau mungkin gak terlalu lama karena cepat atau lambat kamu akan kelelahan namun setidaknya kamu masih berharap hidup. Namun asa itu seketika tercabik saat jeritan minta tolong itu mengoyak telinga hatimu. Mereka yang berteriak kepadamu, memohon uluran tanganmu. Tanganmu tak sejauh itu. Kamu tahu waktumu akan tiba. Beberapa menit atau bahkan beberapa detik lagi kamu akan bergabung bersama-sama mereka tercerai-berai dilautan maha luas itu. Hanya saja suara didalam hatimu mengatakan belum saatnya. Tak perlu kamu melompat dan terjun kesana, ikutilah saja kapal ini, dan dia akan membawamu tenggelam ke kedalaman.

Dan aku masih disini, berpengangan pada tiang palka ini perlahan namun pasti badan kapal yang berat ini membawaku serta kedalam. Dan dibawah sana jerit-jerit menghujat itu terdengar: “apa yang kamu cari?!”, “kenapa kamu begitu erat berpengangan diatas sana?! tidakah kau ingin menjangkaukan tanganmu kearah kami?!” “tolonglah kami!” “kenapa kau begitu setia pada kapal karam ini?!”. Sebentar lagi, senyumku dalam hati. Satu jam lagi, satu menit lagi, satu detik lagi aku akan bersama-sama kalian.

*/ postingan ini di dramatisir dengan iringan:

1. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – tableaux for piano in D major op 39 no 9 (3:23)
2. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – morceaux (6) for piano 4 hands op 11 scherzo (2:54)
3. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – morceaux (6) for piano 4 hands op 11 slava (4:11)
4. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – morceaux de fantasie (5) for piano op 3 no 2 (3:47)
5. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – piano concerto no 2 in C minor op 18 III allegro scherzando (11:44)
6. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – prelude in G minor op 23 no 5 (3:53)
7. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – prelude in G sharp minor op 32 no 12 (3:15)
8. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – rhapsody on a theme of paganini (2:44)
9. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – sonata for cello and piano in G minor op 19 II Allegro scherzando (6:45)
10. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – symphonic dances for orchestra op 45 III lento assai (13:13)
11. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – symphony no 2 in E minor op 27 III adagio (12:00)
12. SERGEI RACHMANINOFF (1873-1943) – vocalise (6:10)

*/ thanks, Srie for sharing your collection.

TTS (Temenan Tama Sepi)

Ud beberapa minggu belakangan gw merasa perlu melakukan sesuatu yang lain. Suasana kerja yang sedang membosankan (pasca hari-hari raya semua mulai kembali *normal*), boring sama diri sendiri, kehidupan cinta yang masih gitu-gitu aja yah, pokoknya hal-hal yang biasa dan rutin mulai menjerat gw. Dan gw berencana untuk cuti panjang 7 hari kerja.

Setelah kemarin ternganga-nganga dengan claymation movie Wallace & Gromit In The Curse of The Were-Rabbit gw pun mulai mencari yang lain. Thanks to Pupung yang ud minjemin VCD lama mereka (A Grand Day Out dan The Wrong Trousers). Setelahnya secara tak sengaja gw menemukan Robbie The Reindeer: Hooves of Fire dan Pingu Vol. 1 (ada 12 seri). Yang terakhir itu aduh, lucu banget. Gw sama adek-adek sampai ngakak-ngakak dan terharu..:-). Tapi yang Robbie itu membosankan karena disulih suara, gw jadi ndk merasakan emosinya. (note: Pingu itu bahasanya gk jelas, bhs penguin kali tapi ekspresif banget kayak, hmm…Mr. Bean kalo nggrundel, tau? Nah!) :-)

So, pergilah gw tadi ke Toys City cari lilin mainan. Ternyata gw kangen banget sama kegiatan itu terakhir itu gw lakukan jaman SD, kali :p. Well bukan Play-Doh sih yang dibeli–mahal, bo!–tp gw beli yang biasa aja Kiddy-Clay Modelling Compound. Beli 2 set totalnya cuma Rp. 18.800,- :-)

Yah, kira-kira hal itulah yang nanti akan mengisi cuti panjang gw. Sendiri, ngulik-ngulik lilin mainan, bikin ini-itu, menghayal, ketawa sendiri, terharu sendiri…oh, well what a life. ;-)

Return top