Cuma pembicaraan pribadi. Hal yang sering kali mengganjal kalau saya mendengar pembicaraan tentang aktivitas ngeblog.

Kasus: “pada akhirnya semua org akan mati, dalam hal ini mana yang lebih baik dipilih: ngeblog di penyedia blog atau ngeblog di domain sendiri?”

Ngeblog di penyedia blog:

  1. blog kamu dirawat oleh orang lain sehingga keberadaannya akan tetap terjaga paling tidak sampai penyedia blog-nya tutup.
  2. gak perlu bayar sepeser pun. gak perlu ada budget perawatan domain dan hosting.
  3. selama perusahaannya masih berdiri, semua hal tentang kamu masih bisa diakses dunia.
  4. sekiranya apa yang kamu tulis berguna buat dunia, misalnya kamu nulis resep sop kepiting paling lezat sedunia atau nemuin obat HIV/AIDS jauh sebelum para ilmuwan menemukannya, maka dunia akan menghubungi si penyedia jasa blog untuk tetap membuat blogmu online. Atau blog kamu paling gak di mirror oleh penggagummu, sehingga “kamu” masih tetap eksis di dunia.
  5. tapi kalau apa yang kamu tulis itu gak (dianggap) penting untuk dunia, maka blog kamu cuma akan jadi “sampah” di internet aja. Kayak bangkai-bangkai satelit di atas sana.
  6. kamu berkontribusi akan makin sempitnya area tempat tinggal di bumi karena bumi bakal penuh sama SAN-nya para perusahaan penyedia blog.
  7. kamu gak bisa punya nama blog yang aneh-aneh dan seru, yang mencerminkan kamu banget.
  8. blog kamu gak bisa kamu hack sampai lemes (kalau kamu hacker).

 

Ngeblog di domain sendiri:

  1. blog kamu adalah milikmu sendiri. nama domainnya adalah tentang kamu seorang. 
  2. kamu bisa hack sampe lemes atau kamu biarin di setting-an default dan ongkang-ongkang kaki (habis setup-nya juga gampang).
  3. blog kamu rasanya sudah seperti darah daging kamu sendiri. bangga bukan main pastinya.
  4. (bisa jadi) kamu jadi makin rajin nuangin isi pikiran kamu ke dalamnya, seperti resep sup kepiting lezat yang biasa kamu bikin atau racikan obat HIV/AIDS yang kamu teliti sendiri.
  5. tapi kamu mesti sediain dana untuk ngerawat blog kamu. Di satu sisi nambahin daftar pengeluaran (bisa jadi sulit kalau kamu tiba-tiba nganggur misalnya), disisi lain blog kamu bisa jadi alasan kenapa kamu tetap kerja di pekerjaan kamu sekarang.
  6. waktu kamu mati, blog kamu cuma akan bertahan sampai masa kontrak hosting dan domain kamu kedaluarsa.
  7. kalau isi blog kamu (dianggap) penting sama dunia (berharap mereka menemukannya sebelum masa kontrak hosting/domain-nya habis), mereka akan ramai-ramai “menyedot” feed-mu, menyelamatkannya. jadi, tampilkan rss feed-mu, atau bikin “planet”.
  8. namun kalau isi blog kamu gak penting, saat kontrak hosting/domain mu habis dan dunia gak sempat menemukannya, blog mu gak akan jadi “sampah” di internet. dalam hal ini kamu mereduksi jejak karbon kamu ‘kan? namun begitu lenyap jugalah “keberadaanmu” di dunia ini.

Jadi?