We Might As Well Be Strangers
- October 3rd, 2006
- Write comment
Kalau ada satu hal yang paling gw hold back didunia ini, itu adalah menulis. Gak tahu kenapa. Gw selalu merasa seperti setengah “ketakukan” kalau keinginan nulis itu datang. Tahu kenapa? Karena gw selalu merasa kehabisan energi setelah nulis dan gw ketakukan krn tulisan gw menelanjangi diri gw sendiri. Gw takut sama diri gw sendiri, gw malu bahkan sama diri gw sendiri. Segala hal tentang gw itu inginnya gw simpan rapat – rapat. Diam tinggal di dalam diri gw. Yang kalau semua ini berlalu, berlalu pulalah “kejujuran-kejuran” diri itu.
Aneh, gw selalu dibayangi ketakukan tulisan-tulisan gw dibaca orang. Lucu, tapi gw nulis di blog yang notabene public area gini. Sebenernya gak lucu – lucu amat kok, krn gw bahkan gak berani nulis segalanya tentang gw itu di buku harian! Gw takut seseorang akan menemukan suatu hari nanti. Tahu ‘kan, segala sesuatu yg loe keep sebagai secret suatu hari nanti akan terbuka dengan sendirinya. Ketahuan. Apa-apa yang gw tulis di blog ini atau jurnal-jurnal gw lainnya yang berceceran dimana-dimana adalah hal-hal yang gw gak takut utk diketahui orang. Note-note kecil di block note gw, serpihan-serpihan hati di lembar-lembar buku les, semua itu boleh di lihat orang. Gw siapkan sedemikian hingga kalau-kalau suatu hari itu diketahui orang lain, isinya sudah gw “filter”.
Sedih banget rasanya, gak bisa jujur sepenuhnya sama diri sendiri, apalagi temen-temen baik gw, keluarga terdekat gw, buku harian gw, even blog gw ini yang bahkan keberadaannya hanya diketahui segelintir temen deket. Gw tetep gak berani mengungkapkan segalanya. Gw yang gampang curhat sama orang lain, yang apa-apa ngaduan kayak anak kecil, ternyata gak seterbuka itu. Gw gak sepercaya itu sama orang lain. Bahkan untuk diam-diam jujur sama diri sendiri pun gw gak berani!
I’m wounded by the most foolish things.