Seperti yang sudah di duga banyak orang, Intel-based Mac akhirnya bisa dual-boot dengan Windows. Thanks to boot camp technology. Walau yang bisa di boot hanya Windows XP SP2 tapi itu sudah lebih dari cukup untuk *sekedar ingin tetap bersama Windows* user.

Gw sedang membayangkan seperti apa komputerisasi masa depan itu nanti? Loe bisa jadi ud gak pengen beli PC karena harganya sama dengan Mac (saat ini baru Mac Mini) sekitar 6jt – 8jt rupiah loe ud dapet komputer_dengan_OS_asli. Kencederungan ini terlihat dari hasil analisa Firma Cowen & Co yang gw kutip dari Yahoo! news:
“Chu said that 23 percent of respondents to the company’s survey indicated they have no plans to buy a computer in the next 12-18 months — that is the lowest number the company has seen in a survey since late 2003.”

“Among respondents with definite plans to buy a PC in the next 12-18 months, 42 percent registered a more likely vote for a Mac purchase because of the ability to dual-boot.”

Lalu kalo loe punya uang lebih loe bisa beli Windows XP versi OEM seharga kurang lebih $150 (1.5jt). Jumlah yang jauh lebih kecil ketimbang saat loe dulu pengen memiliki komputer. Loe mesti keluar 5jt + perasaan bersalah dan deg-degan karena takut kena sweeping karena OS nya bajakan. Bahkan mungkin nantinya itu bisa merubah pola pikir orang-orang pada umumnya bahwa kalo beli komputer=(isi) windows(free abes!). Malah nantinya orang-orang akan bisa bilang, “beli windows loe dimana?” or “berapa harga windows loe” itu bener-bener mengacu ke OS Windows yang license (sekeping CD official). Seru kan? Walau itu mungkin belum akan mampu menghapuskan pembajakan 100% (yang mungkin dampaknya di Indo malah org-org akan beli Mac dan tetep install Windows bajakan yang pada akhirnya tetap menjadikan Windows sebagai OS_yang_paling_tidak_ingin_dibeli_dengan_uang. Gw sebut *dengan uang* itu mengacu ke harga lisensi karena harga CD bajakan gak seberapa). Dan mungkin dengan begitu strategi Apple untuk membuat orang-orang Windows bermigrasi ke Mac akan cepat tercapai dengan hadirnya boot camp ini. Sehingga lagi-lagi Windows akan menjadi OS_sampingan. Dulu sampingan PC rakitan sekarang sampingan Mac. Duh, malangnya Windows. :-(

Lalu gimana dengan Linux? Linux dari dulu udah native jalan di berbagai platform dari Mac jaman PPC, PC platform Intel sampai Sun Sparc, Alpha, dll jadi untuk Intel-based Mac? Cincailah. ;-) Mac + Linux akan jadi paket komputerisasi paling murah dan menawan nantinya. Sekarang tinggal campaign distro-distro linux aja yang digiatkan (Ayo para Linux activist dan LUG..move! move!). Secara Mac adalah Unix maka para pengoprek serius Macos X (yang belum pernah pakai Linux) nantinya akan terbiasa dengan lingkungan *nix tersebut dan pada gilirannya akan lebih mudah untuk tertarik atau memakai Linux.

Namun untuk pemakai awam bayanganku tetap harus ada proses instalasi Linux yang jauh lebih user friendly (kali ini friend-nya gak *pilih-pilih* baca: “Unix IS user friendly…It’s just selective about who its friends are – Tollef Fog Heen”). I wonder apa boot camp yang sekarang bisa di pakai untuk resize Mac Volume tanpa perlu ada kegiatan burn CD Mac driver for Win, ya? Kalau itu bisa paling tidak user setengah expert (plus pede) bisa pakai itu untuk install Linux. Tapi kalau untuk user yang benar-benar awam (masih belum *ditemenin* sama Linux) maka aplikasi seperti boot camp for Linux diperlukan. Lucu juga, jadi nanti akan ada hacker yang bikin distro lengkap dengan instalasi Linux directly from Mac. Seperti: “double click this distro_linux.img” > a pop up window appears > “Do you want to install this Distro_Linux? Y/N” > “Drag the devider to resize the partition” > “Please wait Distro_Linux is being installed”. Sweet kan? :-D

Aku mau punya Mac…..!! :-D