Archive for March, 2006

Penasaran sama NHK

Weekend kemarin gw ke Bali lagi. Biasa kerjaan ngurus seminar para dokter expert. Dan seperti biasa suasananya bikin makan hati, melelahkan baik fisik, pikiran dan hati. Arrgh…I can stand it nomore! Situasinya memang timpang, penuh lingkaran setan. Every rule, every policy, every work order, every procedure. *gosh*

Ya sudah gw mencoba menghibur diri dengan nonton channel NHK, Jepang aja. Gw baru pertama kali tune-in ke situ (you know-lah kalo di Hotel kita gak jauh-jauh dari HBO, MTV or Cartoon channel) dan agak sedikit kaget karena setelah 2 hari ngikutin secara terputus-putus kok channel itu mengingatkan gw akan TVRI ya? Setting panggung untuk acara musiknya, berita-beritanya yang gak ada cerita kriminalnya, pakaian para performer di sebuah acara musik (mungkin itu acara pemilihan penyanyi terbaik or something) itu masih ada yang biasaaaa banget–talking about rok rempel-rempel polos dengan warna biru muda or tatanan rambut digelung kebelakang, ada yg bawain semacam lagu mars kepatriotan juga–jadi inget Selecta Pop or Aneka Ria Safari gitu. Yah, gw ngebayanginya..ummm…Jepang gitu loh! High tech, dynamic, electric fashion style. Yang seperti itu cuman ada 1 group peserta doang yang lainnya cupu gitu gayanya. hmm..mungkin kemarin itu acara pemilihan penyanyi favorit tingkat provinsi or something gitu kali ya?

(sebenernya banyak yg pengen gw tulis tapi passion itu munculnya kemarin malem tapi gak kesampain dan malam ini gw ud gak telalu semangat) :-(

Listening With Your Eyes

“The power is in your unconscious – Rolland Fishman” —> agak kaget waktu baca quote ini karena gw lagi baca blink. Dan harus gw akuin, gw agak skeptis dengan konsepnya (yang kalo gw singkat disini: menilai sesuatu/seseorang hanya dengan sekejap mata). Non-sense! Buku ini gw liat pertama kali di Borders, Singapura, akhir Januari 2005 lalu tapi entah kenapa waktu memegang buku itu gw merasa ambigu? Gw menginginkan dan sekaligus setengah mencibir buku ini. Dan loe tahu, setelah di Jakarta buku itu seperti selalu *menampakan diri* ke mata gw di toko buku manapun gw pergi, Kinokuniya, QB. Selama itu hanya gw lihat dan pegang-pegang aja (gw suka cover putih-nya) tapi masih menimbang-nimbang untuk beli. Sampai akhirnya setelah gajian gw pergi ke Kinokuniya, PIM 2 dengan satu tujuan: beli blink! Kebetulan ada versi Penguin Books dan disc. 20% pula jadilah gw makin yakin menuju kasir (walau belakangan harus gw akuin gw lebih suka desain cover aslinya yang terbitan Little, Brown).

Ini cuplikan yang gw ambil dari site bukunya:

It’s a book about rapid cognition, about the kind of thinking that happens in a blink of an eye. When you meet someone for the first time, or walk into a house you are thinking of buying, or read the first few sentences of a book, your mind takes about two seconds to jump to a series of conclusions. Well, “Blink” is a book about those two seconds, because I think those instant conclusions that we reach are really powerful and really important and, occasionally, really good.

Baru baca Bab I dan gw ternyata suka banget sama ide dan konsepnya. Lengkapnya nanti gw blog deh setelah selesai baca. ;-) (oh iya tp gw itu kalo baca lamaa banget… :( sepertinya mesti dateng ke seminarnya Gramedia nih “The Power of Speed Reading & The Art of Library” tanggal 25 Maret besok)

References:

- Creative Wisdom for writers – Rolland Fishman

- Blink – Malcolm Gladwell

- http://en.wikipedia.org/wiki/Penguin_%28publisher%29

I’m Leaving

1. decided to leave superman’s shadows behind

2. find a way to train my unconscious mind. Let it embarks its power

3. more focus on my self fulfillment

4. no more shinichi

Only Tomorrow Knows

Loe bener-bener gak tau apa yang akan terjadi dalam hidup loe. Loe mungkin pernah membayangkan sesuatu itu akan terjadi tapi saat hal itu benar-benar terjadi dihadapan loe, loe mungkin gak lagi menginginkannya. Lucu kan, padahal sebelum semua itu menjadi kenyataan loe selalu hidup dengan harapan bahwa suatu hari hal itu akan jadi kenyataan. Saat berharap,saat segalanya gak pasti.

Apa yang lebih mudah, saat berjalan dalam harapan dalam ketidakpastian atau menemui hari saat harapan itu jadi kenyataan dan loe gak lagi menginginkannya?

This world moves with or without the way I want it to be.

 

Addicted to ThinkPad

Finally found ThinkPad List of Products wiki with wealth of info–start with its first arrival in 1992 (thanks to Mas Pri posting). From that page I got the official ThinkPad History at IBM’s page (now Lenovo’s).
I’ve been admiring IBM ThinkPad since I touched its 345D version. It was very tough and rigid (remebered that I was tried to fix its CD-ROM tray that won’t closed. From that experience I become known of what’s composing a notebook). And then I found 600D that become my first Debian installation–though it failed.

On August 2004 I bought myself second-hand T21 and installing Ubuntu Hoary (now Breezy) in it. And my pursuing of ThinkPad will continue to either T41 or Z60T series. Wish me luck! ;-)

[OMG my English! What am I trying to say here!? :-( ]

Kiss of Life

Kemarin hari Rabu Abu dan gw milih misa yang jam 6 pagi. Sebenarnya gw milih yang jam 8 tapi ternyata itu khusus untuk anak-anak SD tapi gak apa walau terasa impossible buat gw untuk melakukan kegiatan sepagi itu namun pemikiran karena bosan selalu gubrak-gabruk setiap tahun menjelang pulang kantor untuk mengejar misa Rabu Abu sore maka aku memutuskan untuk kali ini memberikan prime-time, yaitu diawal hariku.

Jadilah aku berangkat dari rumah jam 5.30 dengan naik bis sampe mayestik lalu berniat menyambung bajaj di Mayestik. Waktu sampai Mayestik kulihat ada 2 bajaj ngetem di depan gedung BNI46 keadaan masih gelap dan sisa hujan semalam menambah pagi itu semakin dingin. Saat kuhampiri ternyata kedua bajaj itu sudah langsung pergi membawa penumpang. “Wah, pikirku bisa telat nih?” Namun dari kejauhan aku melihat seorang bapak melambai dan berteriak *bajaj!* ke arahku. Kudekati dan ternyata dia sopir bajaj yang memarkir bajajnya diseberang jalan. Aku pun langsung ikut dengannya, namun aku berhenti sejenak untuk menghampiri seorang nenek yang tadi ikut turun bersamaku, aku bertanya kepadanya apakah dia ingin naik bajaj juga? Dia menjawab, “614″. Oh, ok kalau begitu tadinya aku berpikir untuk memberikan bajajku seandainya dia juga mengantri bajaj.

Dalam perjalanan sopir bajaj tersebut bertanya ada apa gerangan orang-orang pada ke gereja hari begini? Yang aku jawab, “karena hari ini Rabu Abu. Kenapa, pak sudah beberapa kali mondar-mandir kesana ya?” “Iya sudah dua kali”, jawabnya. Sampai di depan gereja aku membuka dompetku dan tidak menemukan selembar pun uang 5000-an. Oh no! kan sudah dipakai untuk beli sate padang tadi pagi! Alhasil yang tersisa tinggal satu-satunya selembar uang 100-ribuan. Haduh, mau ditukarin dimana? semua masih pada tutup dan gelap. Taksi aja selalu gak ada kembalinya kalau baru keluar apalagi bajaj pikirku namun kemudian pak sopir itu bertanya dengan ragu-ragu apakah aku mau pakai uang itu karena kebetulan dia punya kembaliannya! Hee! seruku riang gembira (hehehe), “benar nih? tentu saja saya mau!”, sahutku.

Turun dari bajaj aku merasa begitu diberkati lho..hehe emang deh Dia tahu apa yang dibutuhkan anakNya dan akan sediain itu semua selama yang kita lakukan emang seperti apa yang Dia mau. Uuh, jadi doain yang bagus-bagus deh buat pak sopir bajaj tadi hehehe.

Selesai misa hujan turun deras, aku langsung stop bis yang lewat depan gereja lalu nyambung angkot yang lewat persis di depan kantorku setelah sebelumnya mampir beli cakwe. Wah, sampai kantor jam 8 hihihi sehari-hari aja aku paling sampai kantor jam 9 lewat padahal rumahku gak jauh dari kantor. Mama aja sampai shock pas lihat aku di kantor dan ngirain aku ngigau. Hehehe

Dan kejutan masih berlanjut karena siangnya temen gw, Srie, memamerkan kalau dia baru saja menemukan dan membeli CD Ken Hirai 10th Anniversary Complete Single Collection ’95 – ’05! Huaaaa….jeritku, “beli dimanaaaaa??”, “Hiiiih…ada Kiss of Life!!!” Itu lagu yang sudah lama banget aku suka waktu lihat di MTV secara tidak sengaja sekitar tahun 2002 lalu. Dan lagu itu susah sekali dicari dimana-mana . Dulu sempat aku tanya ke Srie tapi dia hanya punya album Ken’s Bar dan Kiss of Life itu ada di album Gaining Through Loosing. Jadilah aku berdebar-debar sepanjang hari dengerin Ken nyanyi seharian di komputerku hehehe. *sigh* what a bless. And that CD is certainly a must have collection! Murah juga lho untuk ukuran 2 CD cuman Rp. 85.000,- karena sudah dibuat di Indonesia, gak import ;-) Oh, How ken you be so irresistible? :-(

Hehehe aku suka deh dengan hari ini….;-) The day I found you, Ken. Oh iya dia itu ganteng banget tenyata dan yang aku suka dia tampangnya bisa digayain macem-macem; dari tampang cowok manis, cowok cool sampe gaya urakan dan semuanya keren gak ngebosenin. Dan dia kelahiran 17 Januari 1972! Capricone, eh? tanggal lahirnya deket sama Superman  :-D

Buat Superman: if you accidently ever happened to be stumbled upon my blog–yes, you..cowok yang 90% selalu pake setelan kaos putih – celana putih juga kalo nge-gym di Celeb Fitness tiap Sabtu or Minggu,  the birthday-boy seputar tanggal 10 Januari–yes, this song for you. :-D

Return top